Menurut Walhi, Kalimantan menjadi episentrum bencana karhutla 2026 dengan 34.262 titik panas dan 33.837 hektar area terbakar per Juli. Kalbar tertinggi (17.236 hotspot). Lonjakan tajam terjadi pada Juli dengan 615 hotspot, di mana 778 hotspot di Kalbar setara 65% total hotspots skala tinggi di Kalimantan. Uli Artha Siagian (Walhi Nasional) menyebut anggaran BNPB 2026 hanya Rp3–4 triliun, jauh di bawah alokasi krisis 2015, 2019, dan 2022–2024. Mayoritas kebakaran terjadi di ekosistem gambut dan diduga kesengajaan perusahaan.
Fakta Kunci
- 1Hotspot Kalbar Juli: 778 (≈65% total hotspot tinggi Kalimantan)
- 2Anggaran BNPB 2026: Rp3–4 triliun (terpangkas)
- 3Kalteng: suhu bisa mencapai 45°C, udara paling buruk
- 4Sebagian besar pemicu diduga kesengajaan korporasi di konsesi
Sumber Berita
Mongabay Indonesia
Data dihimpun dari sumber berita terpercaya dan disajikan untuk tujuan informasi. Kunjungi tautan sumber untuk laporan lengkap.
